BPBD Bojonegoro Laporkan Cuaca Relatif Tenang, Debit Bengawan Solo Menurun

BOJONEGOROtimes.Id – Kondisi cuaca di Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu, 24 Januari 2026, terpantau dalam keadaan relatif stabil.

‎Pemantauan dilakukan oleh Pusdalops BPBD Kabupaten Bojonegoro sejak pukul 07.00 WIB.

‎Hasil laporan menunjukkan tidak adanya kejadian bencana di seluruh wilayah.

‎Cuaca didominasi kondisi berawan sepanjang hari.

‎Pada pagi hari, wilayah Bojonegoro diselimuti cuaca berawan dengan suhu udara sekitar 25 derajat Celsius.

‎Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan mencapai 13 kilometer per jam.

‎Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, berada di kisaran 90 persen.

‎Kondisi tersebut membuat suasana terasa sejuk meskipun cukup lembap.

‎Memasuki siang hari, suhu udara meningkat hingga mencapai 28 derajat Celsius.

‎Meski suhu naik, kondisi cuaca masih didominasi awan.

‎Arah angin tetap berasal dari barat dengan kecepatan meningkat menjadi 16 kilometer per jam.

‎Kelembapan udara menurun ke angka 80 persen dan masih tergolong nyaman untuk beraktivitas.

‎Pada malam hari, suhu udara kembali menurun hingga sekitar 24 derajat Celsius.

‎Cuaca tetap berawan dengan arah angin masih dari barat.

‎Kecepatan angin melemah di kisaran 9 kilometer per jam.

‎Sementara itu, kelembapan udara meningkat hingga mencapai 92 persen.

‎Memasuki dini hari, suhu udara tercatat sekitar 23 derajat Celsius.

‎Cuaca berawan masih menyelimuti wilayah Bojonegoro secara merata.

‎Arah angin bergeser ke barat daya dengan kecepatan menurun menjadi 7 kilometer per jam.

‎Kelembapan udara tercatat cukup tinggi, yakni sekitar 94 persen.

‎Hasil pemantauan visual menunjukkan kondisi berawan terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.

‎Tidak ditemukan tanda-tanda cuaca ekstrem maupun potensi bencana alam.

‎Situasi cuaca dinilai aman dan terkendali.

‎Aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan normal.

‎Berdasarkan data Perusahaan Umum Jasa Tirta I Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo, tinggi muka air sungai berada di angka 10,37 meter.

‎Status tersebut masih tergolong normal dan aman.

‎Tren debit air Bengawan Solo terpantau mengalami penurunan.

‎Dengan kondisi ini, belum terdapat potensi gangguan hidrologi yang perlu diwaspadai.

‎BPBD Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca.

‎Terlebih saat memasuki musim pancaroba yang cenderung tidak menentu.

‎Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi dari instansi terkait.

‎Langkah ini penting guna mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca ke depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *