BOJONEGOROtimes.Id – Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digelar Kementerian Sosial RI di Pendopo Malowopati Bojonegoro memasuki hari kedua, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini mengajak pemerintah desa mengintegrasikan serta memutakhirkan data secara berkala.
Data yang valid dinilai menjadi kunci agar bantuan sosial lebih merata dan tepat sasaran.
Seluruh program bantuan Kemensos ke depan akan mengacu pada DTSEN.
Ketua Tim Penggunaan dan Diseminasi Data Pusdatin Kemensos, Raden Roro Endah Noorwidayati, menjelaskan perbedaan DTSEN dengan DTKS.
DTSEN telah dibagi dalam 10 desil oleh BPS, masing-masing mewakili 10 persen penduduk Indonesia.
“Jika desil tidak sesuai, tersedia alur pemutakhiran data lengkap dengan layanan call center,” ujarnya.
Ia menegaskan akurasi data menjadi tanggung jawab bersama hingga tingkat desa.
Sementara itu, Tim Pengembangan Sistem SIKS-NG Kemensos, M. Imam Mudzakir, memaparkan mekanisme pemutakhiran DTSEN melalui aplikasi SIKS-NG.
Platform ini mengintegrasikan data lintas lembaga seperti BPS, Dukcapil, BPJS, dan Dapodik.
“Desa menjadi ujung tombak karena paling memahami kondisi sosial warganya,” jelasnya.
Operator desa diminta memastikan status penduduk sesuai kondisi riil, mulai dari kematian, disabilitas, hingga kehamilan.
SIKS-NG merupakan sistem terintegrasi yang digunakan petugas resmi secara berjenjang dari desa hingga pusat.
Aplikasi ini berfungsi untuk memverifikasi, memvalidasi, dan memantau DTSEN serta program kesejahteraan sosial.
Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Perencana dan Pengujian Kualitas Data Kemensos Muhammad Reza Abinaufal.
Sosialisasi juga diikuti pemerintah desa, operator SIKS-NG, PKH, TKSK, serta undangan lainnya se-Kabupaten Bojonegoro. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,