BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif melalui Program Sekolah Rakyat.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog dan evaluasi bersama Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta orang tua dan siswa Sekolah Rakyat, Rabu (21/1/2026).
Program ini menjadi ruang pemulihan harapan bagi anak-anak dari keluarga rentan sosial dan ekonomi.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi atas perkembangan positif siswa setelah lima bulan Sekolah Rakyat berjalan.
Ia menilai perubahan kedisiplinan, kepercayaan diri, dan semangat belajar anak-anak terlihat nyata dalam keseharian.
“Yang terpenting anak-anak merasa betah, berkembang, dan berprestasi sesuai cita-cita mereka sendiri,” tegasnya.
Menurut Bupati, Sekolah Rakyat selaras dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung keberlanjutan program ini agar manfaatnya semakin luas.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Bojonegoro,” ujarnya.
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf juga mengapresiasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Bojonegoro yang dinilai berjalan baik.
Anak-anak dinilai semakin disiplin, mampu mengikuti pembelajaran, serta mulai menunjukkan prestasi sesuai minat dan bakat.
“Alhamdulillah, anak-anak semakin betah dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,” kata Mensos.
Dampak program ini turut dirasakan langsung oleh orang tua siswa.
Ibu Sri Asih, orang tua siswa asal Kecamatan Kedungadem, mengungkapkan perubahan signifikan pada perilaku anaknya.
“Sekarang anak saya jauh lebih tertib dan bertanggung jawab sejak bersekolah di Sekolah Rakyat,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Ibu Mutmainah, warga Kecamatan Ngasem, yang merasa terbantu dengan hadirnya Sekolah Rakyat.
Meski menghadapi keterbatasan ekonomi, ia kini memiliki harapan besar terhadap masa depan anaknya.
“Program ini sangat meringankan beban keluarga kami,” ungkapnya.
Secara nasional, Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 titik di Indonesia dan dirancang berkelanjutan hingga jenjang SMA.
Program ini juga membuka akses beasiswa dan kesiapan kerja, disertai pendampingan sosial bagi keluarga siswa.
Sekolah Rakyat membuktikan bahwa keterbatasan bukan akhir dari harapan.
Di Bojonegoro, Sekolah Rakyat menjadi simbol kehadiran negara yang berpihak pada masa depan anak-anak.
Melalui pendidikan yang berempati dan berkeadilan, harapan tumbuh kembali dari mereka yang sempat tertinggal.
“Tertinggal bukan berarti gagal,” menjadi nilai utama yang terus ditanamkan. (Prokopim)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,