BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat percepatan penurunan kemiskinan melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi dan Percepatan Pemutakhiran DTSEN di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Senin (19/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama OPD, BPS, camat, kepala desa, dan pendamping sosial.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan sosial berbasis data yang akurat dan terkini.
Bupati Bojonegoro menegaskan bahwa DTSEN kini menjadi satu-satunya rujukan nasional penyaluran bantuan sosial.
Kebijakan tersebut sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan Permensos Nomor 3 Tahun 2025.
Menurutnya, keakuratan data menentukan keberhasilan program perlindungan sosial.
“Data adalah fondasi kebijakan, dan DTSEN memastikan bantuan diterima warga yang benar-benar berhak,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto memaparkan tren penurunan angka kemiskinan daerah.
Pada 2024, tingkat kemiskinan tercatat 11,69 persen atau 147.332 jiwa, lalu turun menjadi 11,49 persen atau 144.900 jiwa pada 2025.
Penurunan tersebut setara dengan berkurangnya sekitar 2.430 jiwa penduduk miskin.
“Target 2026 kami tekan hingga 10,55 persen dengan sinergi seluruh OPD dan desa,” ujarnya.
Sebagai percepatan, Pemkab Bojonegoro bersama BPS melakukan pendataan menyeluruh seluruh warga, bukan hanya kelompok miskin.
Selain itu, dilakukan penempelan stiker DTSEN 2025 pada 50.987 kepala keluarga yang terdata miskin.
Pemerintah menegaskan stiker bukan label permanen, melainkan bagian dari validasi data.
“Tidak ditempeli stiker bukan berarti tidak miskin, bisa jadi belum tervalidasi,” jelas Agus.
Komitmen perbaikan data juga diperkuat melalui Program Sapa Bupati sebagai ruang dialog langsung dengan masyarakat.
Warga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan data bansos, layanan kesehatan, hingga dukungan usaha kecil.
Salah satu warga berharap proses pendataan lebih terbuka dan cepat ditindaklanjuti.
“Kami ingin jika ada yang belum terdata, bisa segera diperbaiki,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Setyo Wahono menegaskan pemerintah membuka partisipasi seluas-luasnya.
Ia memastikan seluruh usulan warga akan diverifikasi berjenjang hingga pusat. Proses pemutakhiran diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan.
“Tidak boleh ada warga tertinggal hanya karena persoalan data,” pungkas Bupati. (Prokopim)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,