‎Siaga Banjir Bengawan Jero, Polres Lamongan Dirikan Posko dan Kerahkan 35 Personel

LAMONGAN – Polres Lamongan menunjukkan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Kalitengah.

‎Luapan Sungai Bengawan Jero menyebabkan sejumlah desa terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi.

‎Menyikapi kondisi tersebut, jajaran kepolisian bergerak cepat dengan menyiagakan personel dan sarana pendukung.

‎Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

‎Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, mengatakan bahwa peningkatan debit air Bengawan Jero terus dipantau secara intensif.

‎Berdasarkan laporan di lapangan, terdapat sembilan desa di Kecamatan Kalitengah yang terendam banjir.

‎Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai sekitar 70 sentimeter.

‎“Perkembangan debit air Sungai Bengawan Jero mengalami kenaikan dan berdampak langsung ke permukiman warga,” jelasnya, Selasa (13/1/2026).

‎Akibat luapan sungai tersebut, sejumlah rumah warga, fasilitas umum, hingga area tambak ikan terendam air.

‎Selain itu, genangan juga menyebabkan terganggunya akses jalan di beberapa lokasi.

‎Meski demikian, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

‎Petugas terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi tetap terkendali.

‎Dalam upaya penanganan bencana secara terpadu, Polres Lamongan menggandeng instansi terkait serta elemen masyarakat.

‎Sinergi lintas sektor ini difokuskan pada bantuan kemanusiaan dan keselamatan warga terdampak.

‎Kehadiran aparat di lokasi juga untuk memberikan rasa aman dan memastikan kebutuhan darurat dapat segera ditangani.

‎“Kami bersinergi dengan seluruh pihak untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan,” ujar IPDA Hamzaid.

‎Sebagai langkah konkret, Polres Lamongan mendirikan Posko Pelayanan Kemanusiaan Siaga Bencana.

‎Posko tersebut berlokasi di depan Kantor Kecamatan Kalitengah dan mulai beroperasi sejak sore hari.

‎Personel gabungan dari Sat Samapta, Sat Polairud, serta Polsek Kalitengah diterjunkan untuk berjaga.

‎Berbagai perlengkapan penanggulangan bencana turut disiapkan di posko tersebut.

‎Sebanyak satu SST atau setara 35 personel disiagakan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan.

‎Polres Lamongan juga menyiapkan dua unit truk angkut dan dua unit mobil patroli.

‎Selain itu, tersedia tiga unit perahu karet lengkap dengan dayung dan rompi pelampung.

‎Peralatan SAR tambahan turut disiapkan guna mendukung proses evakuasi jika diperlukan.

‎IPDA Hamzaid menambahkan, kendaraan dinas akan dimanfaatkan sesuai kondisi di lapangan.

‎Jika genangan air masih memungkinkan dilalui, truk akan digunakan untuk membantu mobilitas warga, termasuk antar-jemput anak sekolah.

‎Namun apabila kondisi semakin memburuk, evakuasi akan dilakukan menggunakan perahu karet.

‎“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.

‎Seluruh upaya tersebut merupakan wujud nyata pengabdian Polri dalam misi kemanusiaan.

‎Polres Lamongan berkomitmen hadir di tengah masyarakat saat bencana terjadi.

‎Diharapkan langkah ini mampu meringankan beban warga terdampak banjir.

‎“Kami akan terus memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed