BLORA – Pimpinan Wilayah Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jawa Tengah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya salah satu anggotanya di Semarang.
Korban bernama Mohammad Bimo Saputra (17), warga Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan. Ia meninggal dunia pada Jumat dini hari, 26 Desember 2025.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pagar Nusa.
Korban diduga meninggal akibat tindak kekerasan yang berkaitan dengan kelompok balapan liar.
Kejadian tersebut berlangsung di Jembatan Layang Ganefo, wilayah Mranggèn, Kabupaten Demak.
Kasus ini menjadi sorotan serius karena melibatkan kekerasan jalanan.
Ancaman terhadap keselamatan generasi muda kembali menjadi perhatian publik.
Ketua PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah, Dr. H. Arief Rohman, menyebut peristiwa ini sebagai keprihatinan bersama.
Ia menilai kekerasan jalanan semakin mengkhawatirkan.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Terutama bagi anak-anak muda yang rentan menjadi korban.
PW PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah menyatakan sikap resmi atas kejadian tersebut.
Organisasi mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
Penanganan kasus diminta dilakukan secara profesional dan transparan.
Prinsip keadilan harus dijunjung sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, Pagar Nusa mendorong penindakan tegas terhadap aktivitas balapan liar.
Upaya pencegahan dinilai penting untuk menjaga ketertiban umum.
Seluruh elemen masyarakat diajak menolak kekerasan jalanan.
Kepedulian terhadap keselamatan publik harus diperkuat bersama.
Pagar Nusa Jawa Tengah juga menekankan pentingnya kehadiran negara.
Langkah cepat dan terukur dari pihak berwenang sangat diharapkan.
Perlindungan terhadap generasi muda menjadi perhatian utama.
Organisasi berkomitmen mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif.
Dalam imbauannya, Pagar Nusa meminta anggota tetap tenang dan berpikir jernih.
Seluruh anggota diminta tidak terpancing emosi.
Tindakan yang melanggar hukum harus dihindari.
Norma sosial dan kode etik organisasi wajib dijunjung tinggi.
Para pimpinan di semua tingkatan diminta mengondisikan anggotanya. Situasi keamanan harus tetap terjaga dan kondusif.
Penanganan kasus dilakukan secara organisasi.
PC Pagar Nusa Semarang dan Demak telah berkoordinasi dengan pihak terkait.
Pagar Nusa juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan.
Kekompakan dan citra organisasi harus tetap dijaga.
Pagar Nusa ingin dikenal sebagai organisasi yang bermartabat.
Tanggung jawab sosial menjadi nilai utama yang dijunjung.
Pimpinan Pagar Nusa Jawa Tengah mengajak semua pihak menahan diri.
Kepercayaan penuh diminta diberikan kepada proses hukum.
Doa dipanjatkan untuk almarhum agar mendapat tempat terbaik.
Keluarga korban diharapkan diberi ketabahan dan kekuatan. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,