Tanggul Sungai Prijetan Jebol, Warga Gunungrejo dan Koramil Kedungpring Lakukan Perbaikan

LAMONGAN – Personel Babinsa Koramil 0812-11 Kedungpring, Serda Nurhadi, kembali menunjukkan peran aktifnya dalam membantu masyarakat.

‎Ia bersama puluhan warga Dusun Banyuurip, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, melaksanakan kerja bakti memperbaiki tanggul Sungai Prijetan yang mengalami kerusakan.

‎Tanggul tersebut jebol akibat meningkatnya debit air sungai dalam beberapa hari terakhir.

‎Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya luapan air ke area pertanian dan permukiman warga.

‎Sungai Prijetan berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

‎Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kedungpring menyebabkan aliran sungai meluap dan menggerus dinding tanggul.

‎Kondisi tersebut sempat membuat warga khawatir akan terjadinya banjir yang lebih besar.

‎Penanganan darurat pun segera dilakukan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.

‎Dalam kegiatan tersebut, Serda Nurhadi terjun langsung memimpin koordinasi di lapangan.

‎Bersama warga, ia bahu-membahu mengisi karung pasir dan tanah untuk dijadikan sandbag.

‎Selain itu, bambu dimanfaatkan sebagai penyangga guna memperkuat bagian tanggul yang terkikis.

‎Meski menggunakan peralatan sederhana, semangat gotong royong terlihat sangat kuat.

‎Serda Nurhadi menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan warga.

‎”Penanganan cepat sangat penting agar kerusakan tidak meluas ke sawah warga yang tengah memasuki masa tanam,” katanya, Minggu (4/1/2026).

‎Upaya darurat ini diharapkan mampu menahan laju air sementara waktu. Koordinasi dengan pihak terkait akan terus dilakukan untuk solusi jangka panjang.

‎Sementara itu, Kepala Desa Gunungrejo mengapresiasi keterlibatan Babinsa yang dinilai mampu membangkitkan semangat warga.

‎Menurutnya, tanpa penanganan segera, potensi kerugian akibat rusaknya lahan pertanian bisa sangat besar.

‎Ia berharap adanya penguatan tanggul secara permanen dari instansi berwenang.

‎Kegiatan kerja bakti berjalan aman, lancar, dan berhasil menekan risiko banjir ke pemukiman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *