BOJONEGOROtimes.Id – Komitmen mewujudkan Indonesia Emas 2045 terus diperkuat melalui program nyata di tingkat desa.
Kecamatan Kedungadem kembali mencatat momentum penting dengan diresmikannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dayukidul pada Senin (29/12/2025).
Kehadiran unit layanan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak sekolah secara berkelanjutan.
Selain itu, SPPG juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Mewakili Camat Kedungadem, Kasi Kesra Priyanto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan prioritas nasional.
”Program ini, menjadi strategi pemerintah pusat dalam menyiapkan generasi unggul sejak usia dini,” katanya.
Fokus utama MBG bukan sekadar mengenyangkan, melainkan memastikan kandungan gizi yang seimbang.
”Dengan asupan nutrisi yang tepat, anak-anak diharapkan tumbuh sehat secara fisik dan cerdas secara intelektual,” jelasnya.
Priyanto menambahkan bahwa pelaksanaan MBG juga menuntut efisiensi anggaran lintas sektor agar manfaatnya tepat sasaran.
Menurutnya, kualitas menu dan pengawasan harus menjadi perhatian utama pengelola SPPG.
Ia meminta adanya komunikasi aktif antara pengelola dan orang tua siswa.
”Langkah ini penting untuk mengantisipasi alergi makanan serta menjaga mutu konsumsi harian anak,” ungkapnya.
Tak hanya berdampak pada kesehatan, SPPG Dayukidul juga dirancang sebagai penggerak ekonomi mikro di desa.
Anggota DPRD Bojonegoro, Choirul Anam, menilai program ini memiliki efek berganda bagi masyarakat.
”Perputaran ekonomi lokal diprediksi meningkat seiring keterlibatan UMKM dan petani setempat. Bahkan, kebutuhan bahan pangan disinergikan dengan Koperasi Desa Merah Putih,” kata Choirul.
Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Dayukidul, Siti Mutmainah, yang menyambut baik keberadaan SPPG di wilayahnya.
Ia menyebut sejumlah warga desa telah direkrut sebagai tenaga kerja di unit tersebut.
Hal ini dinilai mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ia berharap SPPG Dayukidul dijalankan dengan penuh amanah demi kemaslahatan bersama.
Sementara itu, perwakilan mitra SPPG, Bayu Kurnia, menegaskan komitmen untuk memberikan manfaat seluas-luasnya.
Menurutnya, SPPG tidak hanya berorientasi pada penerima manfaat utama, tetapi juga lingkungan sekitar.
Pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan menjadi prinsip utama yang dipegang.
Ia optimistis SPPG Dayukidul dapat menjadi contoh pengembangan layanan gizi berbasis desa.
Acara peresmian SPPG Dayukidul turut dihadiri jajaran Forkopimcam Kedungadem serta tokoh masyarakat setempat.
Seluruh pihak yang hadir sepakat bahwa keberadaan SPPG merupakan investasi sosial jangka panjang.
Dengan sinergi yang kuat, SPPG Dayukidul diharapkan memberi dampak nyata bagi masa depan Bojonegoro. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,