BOJONEGOROtimes.Id – Kabar menggembirakan datang dari wilayah pedesaan Kabupaten Bojonegoro.
Sebanyak 23 titik embung atau waduk kecil yang tersebar di berbagai kecamatan kini telah selesai dinormalisasi dan kembali berfungsi secara optimal.
Kondisi ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan air bagi sektor pertanian dan peternakan warga.
Keberadaan embung yang kembali dalam kondisi prima menjadi penopang penting bagi ketahanan pangan desa.
Kepala Bidang Air Baku Irigasi Dinas PU SDA Bojonegoro, Bungku Susilowati, menjelaskan bahwa normalisasi dilakukan melalui pengerukan endapan sedimen yang selama ini membuat embung menjadi dangkal.
Akibat sedimentasi, banyak embung tidak mampu menampung air hujan secara maksimal.
Setelah proses pengerukan selesai, kapasitas tampungan air meningkat signifikan.
Hal ini menjadi langkah strategis menghadapi musim kemarau mendatang.
Menurut Bungku, embung yang telah dinormalisasi kini mampu menyimpan cadangan air lebih lama dan lebih banyak.
Salah satu contohnya adalah embung di Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, yang kini dapat menampung air hingga lebih dari 19 ribu meter kubik.
Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan sebelumnya saat embung cepat mengering.
Kini embung tidak lagi sekadar kubangan, melainkan sumber air yang fungsional.
Ia berharap pemerataan program normalisasi embung ini dapat memberikan rasa aman bagi para petani saat memasuki musim tanam.
Dengan sumber air yang lebih dekat dari lahan pertanian, kebutuhan irigasi dan air ternak dapat terpenuhi dengan lebih efisien.
Total 23 desa kini menikmati manfaat langsung dari embung yang telah dinormalisasi.
Ke depan, embung-embung tersebut diharapkan mampu menopang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,