‎Nilai Samin Mendunia, Sedulur Sikep Bojonegoro Terima AKI 2025

BOJONEGOROtimes.Id – Di tengah laju modernisasi, Bambang Sutrisno tetap menjaga ketenangan hidup dengan nilai leluhur.

‎Sebagai generasi kelima sedulur sikep atau masyarakat Samin di Bojonegoro, ia setia mengamalkan ajaran kejujuran, kesabaran, kerja sungguh-sungguh, dan keikhlasan.

‎Nilai-nilai tersebut mengantarkannya meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 kategori masyarakat adat.

‎Penghargaan ini menjadi pengakuan nasional atas kearifan lokal yang terus dijaga.

‎Bagi Bambang, penghargaan tersebut bukan prestasi pribadi semata. Ia memaknainya sebagai kepercayaan negara kepada para penerus ajaran Samin.

‎Menurutnya, tantangan terbesar bukan berasal dari zaman, melainkan dari konsistensi menjalankan nilai luhur.

‎”Jika pitutur Samin dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka hidup akan berjalan selaras dan tenteram,” kata Bambang.

‎Ajaran Samin mengajarkan laku hidup sederhana dan praktis. Jujur, sabar, trokal, dan narima menjadi pedoman utama.

‎Trokal dimaknai sebagai usaha maksimal, sementara narima berarti menerima hasil dengan ikhlas.

‎”Nilai ini juga mengajarkan keteguhan hati, baik saat dipuji maupun dikritik oleh orang lain,” jelasnya.

‎Bambang merupakan putra Mbah Hardjo Kardi, generasi keempat dari Samin Surosentiko.

‎Ia tinggal di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, ajaran Samin bersifat universal dan tidak bertentangan dengan agama mana pun.

‎Perlawanan tanpa kekerasan dan kesederhanaan menjadi ciri khas yang terus dijaga.

‎Ada lima tuntunan utama dalam ajaran Samin, mulai dari tidak mengambil hak orang lain hingga menumbuhkan empati. Semua manusia dipandang setara dan bersaudara.

‎Seseorang diajarkan berpikir sebelum berbicara dan merasakan apa yang dirasakan orang lain sebelum bertindak. Nilai-nilai ini diyakini telah melekat dalam diri manusia sejak lahir.

‎Dalam pelestarian budaya, Bambang mengapresiasi peran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

‎Kebijakan penggunaan udeng dan pakaian adat Samin bermotif Obor Sewu oleh ASN dinilai berdampak besar.

‎Masyarakat yang sebelumnya tidak mengenal Samin kini mulai tertarik dan memahami maknanya.

‎Motif Obor Sewu pun menjadi identitas budaya yang sarat filosofi.

‎Menutup tahun 2025, Bambang menegaskan dirinya hanyalah simbol. “Penghargaan AKI adalah hasil peran banyak pihak, termasuk leluhur dan para pemerhati budaya,” ujarnya.

‎Kepada generasi muda, ia berpesan agar nilai yang baik dijalankan bersama.

‎Sebab Samin berarti sami-sami, semua sama, dengan tujuan akhir ketenteraman hidup. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *