LAMONGAN – Komando Distrik Militer (Kodim) 0812 Lamongan kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Melalui para Babinsa di seluruh jajaran Koramil, Kodim 0812 bersinergi dengan Tim Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Lamongan.
Kolaborasi ini difokuskan pada pengendalian dan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak warga.
Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan demi melindungi sektor peternakan lokal.
Para Babinsa secara langsung mendampingi petugas kesehatan hewan menyambangi kandang-kandang milik peternak.
Kegiatan yang dilakukan meliputi vaksinasi ternak, penyemprotan disinfektan, serta pemantauan kondisi kesehatan sapi dan kambing.
Selain itu, peternak juga diberikan edukasi terkait kebersihan dan sanitasi kandang.
Langkah ini dinilai efektif untuk menekan potensi penyebaran virus PMK di tingkat desa.
Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa merupakan bentuk komitmen TNI dalam membantu masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa seluruh Babinsa telah diperintahkan untuk aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan.
”Tujuannya agar setiap tahapan penanganan PMK dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” jelas Dandim, Minggu (4/1/2026).
Dengan kehadiran Babinsa, peternak diharapkan merasa lebih tenang dan terbantu.
Program penanganan PMK ini mendapat respons positif dari para peternak di Lamongan.
Kehadiran aparat TNI di lapangan disebut mampu meningkatkan rasa aman dan kepedulian peternak terhadap kesehatan ternaknya.
Peternak juga menjadi lebih cepat melaporkan gejala awal penyakit untuk segera ditangani.
Kodim 0812/Lamongan menegaskan akan terus mengawal upaya ini hingga Lamongan dinyatakan terbebas dari ancaman PMK. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,