BOJONEGOROtimes.Id – Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mencatat berbagai pencapaian penting sepanjang tahun 2025.
Capaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Berbagai program prioritas terus digencarkan demi menjangkau layanan kesehatan yang lebih merata.
Hasilnya, sejumlah indikator kesehatan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Peningkatan akses pelayanan kesehatan terlihat dari keberhasilan berbagai program strategis yang dijalankan.
Salah satu yang menonjol adalah Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berhasil menjangkau 534.394 warga sepanjang 2025.
Capaian pemeriksaan kesehatan anak sekolah tercatat sebesar 60,80 persen, sementara penduduk umum mencapai 40,32 persen.
Angka tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kesehatan.
Dalam pengendalian penyakit menular, Bojonegoro mencatat tingkat keberhasilan pengobatan Tuberkulosis (TBC) sebesar 90,89 persen.
Capaian ini mendekati standar nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Di sisi lain, upaya percepatan penurunan stunting juga menunjukkan hasil positif.
Prevalensi balita stunting turun dari 2 persen pada 2024 menjadi 1,82 persen pada 2025.
Indikator kesehatan ibu dan anak turut mengalami perbaikan signifikan.
Jumlah kematian balita menurun dari 77 kasus pada tahun 2024 menjadi 76 kasus di tahun 2025.
Sementara itu, angka kematian ibu turun drastis dari 11 orang menjadi 5 orang pada periode yang sama.
Kondisi tersebut mencerminkan peningkatan kualitas layanan kesehatan maternal dan neonatal.
Peningkatan derajat kesehatan keluarga juga tercermin dari Indeks Keluarga Sehat.
Indeks tersebut naik dari 0,47 pada tahun 2024 menjadi 0,77 pada tahun 2025.
Kenaikan ini menunjukkan peran keluarga yang semakin kuat dalam menjaga dan menerapkan perilaku hidup sehat.
Pendekatan promotif dan preventif terus menjadi fokus utama Dinas Kesehatan.
Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Bojonegoro meraih sejumlah penghargaan di tingkat daerah.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro berhasil meraih Juara 1 Bojonegoro Innovative Award (BIA).
Selain itu, Indeks Kepuasan Masyarakat juga memperoleh kategori sangat baik. Prestasi ini menjadi bukti kualitas layanan publik yang semakin optimal.
Di tingkat Provinsi Jawa Timur, Bojonegoro masuk dalam Top 45 Finalis KOVABLIK kategori penyedia layanan kesehatan.
Kabupaten ini juga ditetapkan sebagai daerah yang berhasil mencapai target pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis.
Tak hanya itu, Bojonegoro meraih Juara 3 Lomba Iklan Layanan Masyarakat tingkat provinsi.
Penghargaan tersebut memperkuat posisi Bojonegoro sebagai daerah inovatif di sektor kesehatan.
Prestasi nasional pun berhasil diraih Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2025.
Bojonegoro dinobatkan sebagai kabupaten dengan kinerja terbaik dalam percepatan penurunan stunting.
Selain itu, Bojonegoro juga mendapat predikat berkinerja baik dalam pencegahan stunting tingkat nasional.
Pengakuan ini menjadi capaian membanggakan bagi pemerintah daerah.
Tak hanya itu, Kabupaten Bojonegoro juga meraih status Kabupaten Bebas Frambusia.
Penghargaan Swasti Saba Padapa turut diraih atas keberhasilan penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat.
Penghargaan tersebut menunjukkan komitmen lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Upaya promotif dan preventif terus dikembangkan secara konsisten.
Seluruh capaian tersebut tidak lepas dari pengembangan berbagai inovasi layanan kesehatan.
Di antaranya SIGAP Plus PSC 119 sebagai sistem kegawatdaruratan terintegrasi dengan BPBD dan DAMKARMAT.
Selain itu, terdapat inovasi WASIAT untuk antrian online rumah sakit serta SATELIT sebagai layanan telemedisin puskesmas.
Program GADA EMAS juga dikembangkan sebagai inovasi kegawatdaruratan berbasis partisipasi masyarakat. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,