BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menyalurkan insentif tahap ketiga kepada ribuan pekerja sosial keagamaan.
Penerima manfaat meliputi guru TPA/TPQ, modin perempuan, marbot, takmir masjid, serta jamaah tahlil laki-laki dan perempuan.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap peran mereka dalam menjaga nilai keagamaan dan sosial masyarakat.
Penyaluran ini sekaligus menegaskan keberpihakan pemerintah daerah terhadap pejuang sosial di tingkat akar rumput.
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Bojonegoro, Mohammad Agus Anshori, menyampaikan bahwa program insentif ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan Pemkab.
Menurutnya, para penerima memiliki kontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial dan kehidupan religius warga desa.
Mereka berperan aktif mulai dari pendidikan keagamaan hingga pelayanan sosial kemasyarakatan.
Oleh karena itu, pemerintah merasa perlu memberikan apresiasi yang nyata dan berkelanjutan.
Berdasarkan data teknis tahap ketiga, guru TPA/TPQ menjadi penerima terbanyak dengan jumlah 4.741 orang dan anggaran Rp 8,53 miliar.
Selanjutnya marbot sebanyak 3.784 orang menerima Rp 6,81 miliar, jamaah tahlil laki-laki 1.976 orang sebesar Rp 3,5 miliar, dan jamaah tahlil perempuan 2.967 orang dengan total Rp 5,34 miliar.
Takmir masjid sebanyak 1.380 orang menerima Rp 2,48 miliar, sedangkan modin perempuan 1.010 orang memperoleh Rp 1,8 miliar.
Insentif ini diberikan untuk periode September hingga Desember dengan nominal Rp 150 ribu per bulan.
Agus Anshori menegaskan bahwa insentif tersebut bukan hanya bantuan ekonomi semata, tetapi juga bentuk penghormatan atas dedikasi sosial dan keagamaan.
Guru TPA/TPQ dinilai berperan penting dalam membangun karakter generasi muda sejak usia dini.
Proses pencairan dilakukan melalui perbankan untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran.
Ia juga memastikan bahwa program insentif pekerja sosial ini akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026 mendatang. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,