BOJONEGOROtimes.Id – Kabupaten Bojonegoro mencetak sejarah baru dengan menempati peringkat pertama sebagai daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur.
Berdasarkan data sementara Kerangka Sampel Area (KSA) BPS yang dirilis 2 November 2026, produksi padi Bojonegoro diperkirakan mencapai 868.808 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas panen 159,19 ribu hektare.
Capaian tersebut menggeser posisi daerah yang sebelumnya berada di atas Bojonegoro.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, pada 2024 Bojonegoro masih berada di urutan ketiga setelah Lamongan dan Ngawi.
Sementara pada 2025, Bojonegoro berhasil naik ke peringkat kedua se-Jatim.
“Di 2024, Bojonegoro produksi padi ke-3 se-Jawa Timur. Lamongan, Ngawi, Bojonegoro. Di 2026 berdasarkan KSA BPS pada 2 November, produktivitas padi kita nomor satu se-Jawa Timur,” ujar Nurul Azizah saat apel, Rabu (4/11/2026).
Peningkatan produksi tersebut didukung berbagai program pemerintah daerah, mulai dari penyediaan pupuk bersubsidi hingga pembangunan infrastruktur pengairan.
Pada 2026, sebanyak 130.177 ton pupuk subsidi dialokasikan untuk petani, terdiri atas Urea, NPK Phonska, pupuk organik, dan ZA.
Penguatan sektor pertanian juga dilakukan melalui pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi. Sepanjang 2025 hingga 2026, DPU SDA membangun jaringan irigasi di 108 desa dan merehabilitasi jaringan di 11 desa.
Infrastruktur irigasi kategori baik meningkat dari 190.513,08 meter menjadi 205.364,88 meter.
Selain itu, jumlah embung di Bojonegoro bertambah dari 433 unit pada 2024 menjadi 442 unit pada 2025.
Keberadaan embung menjadi penopang ketersediaan air pertanian, terutama ketika musim kemarau dan wilayah mengalami kesulitan pengairan.
Nurul Azizah mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, mulai petani, penyuluh hingga organisasi perangkat daerah (OPD), dalam mendorong peningkatan produksi pertanian.
“Ini hasil kita bersama. Semuanya bersinergi. Kami berterima kasih kepada semuanya karena seluruh OPD mendukung program,” tambahnya.
Data produksi tersebut masih bersifat sementara berdasarkan pengamatan KSA September 2026.
Adapun angka final produksi padi akan diumumkan BPS pada Februari 2027 mendatang. (*)






