BOJONEGOROtimes.Id – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah menghadiri pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2026-2031.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Malowopati pada Kamis (2/4/2026).
Momentum ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru dalam mengemban tugas kemanusiaan di daerah.
Selain pelantikan, Bupati juga memberikan arahan strategis terkait peran PMI ke depan.
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat daerah dan mitra organisasi kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, ditegaskan bahwa PMI merupakan organisasi yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan kesukarelaan.
Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.
PMI menjalankan tugas tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun pandangan politik.
Prinsip tersebut menjadi fondasi utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Peran PMI dinilai sangat penting dalam berbagai situasi darurat maupun sosial.
Ketua PMI Bojonegoro, Nini Susmiati, menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni belaka.
Ia menegaskan bahwa momen ini menjadi titik awal komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ingin bergerak lebih cepat, hadir secara langsung, dan memberikan layanan yang semakin baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk solid dan segera menyusun program kerja yang solutif.
Menurutnya, sinergi dengan pemerintah dan mitra lain menjadi kunci keberhasilan.
Lebih lanjut, Nini menyoroti pentingnya komunikasi intensif antara PMI dan pemerintah daerah.
Terutama dalam bidang penanggulangan bencana serta pelayanan sosial kemanusiaan.
Salah satu layanan unggulan PMI adalah penyediaan darah melalui Unit Donor Darah (UDD).
Saat ini, kebutuhan darah di Bojonegoro telah terpenuhi sesuai standar, bahkan mampu membantu daerah sekitar.
Hal ini menjadi bukti kesiapan PMI dalam mendukung layanan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Setyo Wahono menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik.
Ia menekankan tiga nilai utama yang harus dijaga, yakni dedikasi, integritas, dan semangat pengabdian.
“PMI harus mampu bekerja profesional dan responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, menjaga kepercayaan publik menjadi hal penting dalam menjalankan amanah organisasi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas kontribusi selama lima tahun terakhir.
Bupati juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung program PMI.
Kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam menjalankan berbagai misi kemanusiaan secara efektif.
Fokus utama meliputi penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, serta kegiatan donor darah.
Selain itu, aspek logistik dan standar layanan medis juga harus diperhatikan secara serius.
Pengelolaan yang baik akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam aspek teknis, Bupati mengingatkan pentingnya manajemen logistik yang baik, terutama dalam penyimpanan darah.
Hal ini untuk menjaga kualitas dan higienitas agar tetap aman bagi penerima.
“Seluruh proses harus sesuai standar kesehatan yang ketat, mulai dari pengambilan hingga distribusi,” jelasnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung kebutuhan sarana dan prasarana PMI secara bertahap.
Dukungan ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mendukung kegiatan PMI.
Salah satunya dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya donor darah.
Ia berharap kolaborasi yang kuat dapat terus terbangun demi kepentingan kemanusiaan.
“Mari bersama-sama mensosialisasikan donor darah dan memperkuat sinergi untuk kemanusiaan,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, PMI diharapkan semakin optimal dalam melayani masyarakat. (Prokopim)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,