BOJONEGOROtimes.Id — Pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini semakin diperkuat melalui inovasi digital.
Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan Kejaksaan Agung menghadirkan aplikasi Jaga Dapur MBG sebagai alat kontrol.
Langkah ini bertujuan menjaga kualitas layanan gizi sekaligus mencegah potensi penyimpangan di lapangan.
Dengan sistem ini, pengawasan diharapkan menjadi lebih transparan dan terukur.
Peluncuran dan sosialisasi aplikasi tersebut digelar di Pendopo Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah.
Kehadiran kepala daerah menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal program nasional.
Sinergi ini menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Wakil Kepala BGN, Sonny Sonjaya, menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh dalam pelaksanaan MBG.
Ia menyebut keterlibatan berbagai elemen menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Mulai dari masyarakat, APIP, hingga aparat penegak hukum dilibatkan dalam sistem pengawasan.
“Pengawasan harus dilakukan dari hulu ke hilir. Aplikasi Jaga Dapur MBG menjadi langkah preventif untuk mencegah potensi penyimpangan di lapangan,” ujarnya.
Melalui aplikasi ini, masyarakat penerima manfaat memiliki peran aktif dalam pengawasan.
Kelompok sasaran seperti anak-anak, balita, ibu hamil, dan menyusui dapat menyampaikan laporan langsung.
Laporan yang dikirim tidak hanya berupa tulisan, tetapi juga dapat disertai foto maupun video.
Hal ini diharapkan memperkuat bukti serta mempercepat tindak lanjut atas laporan.
BGN juga mengingatkan seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjaga integritas.
Dengan jumlah lebih dari 26 ribu unit di seluruh Indonesia, pengawasan menjadi sangat krusial.
Praktik seperti penggelembungan anggaran atau penurunan kualitas makanan tidak akan ditoleransi.
Penegasan ini menjadi sinyal kuat bahwa pelaksanaan program harus sesuai standar.
Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani, menjelaskan latar belakang hadirnya aplikasi tersebut.
Ia menyebut inovasi ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat melalui DPR.
Khususnya aspirasi yang datang dari daerah pemilihan Bojonegoro dan Tuban.
“Aplikasi ini berfungsi memantau kualitas output dari dapur MBG agar tetap sesuai standar. Masyarakat bisa langsung melaporkan jika ada kekurangan,” jelasnya.
Selain menjadi sarana pengaduan, aplikasi ini juga menyediakan fitur apresiasi.
Masyarakat dapat memberikan penilaian positif kepada dapur MBG yang berkinerja baik.
Langkah ini diharapkan mendorong kompetisi sehat dalam meningkatkan kualitas layanan.
Dengan begitu, perbaikan dapat terjadi secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara BGN dan Kejaksaan Agung yang didukung pemerintah daerah menjadi fondasi kuat pengawasan.
Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi elemen penting dalam sistem ini.
Melalui pendekatan digital, pengawasan program MBG diharapkan semakin efektif.
Tujuannya adalah memastikan manfaat program benar-benar dirasakan secara optimal oleh masyarakat. (Prokopim)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,