BOJONEGOROtimes.Id – Sebanyak 52 prajurit Kodim 0813 Bojonegoro resmi menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada periode 1 April 2026.
Kenaikan tersebut terdiri dari 1 Perwira, 40 Bintara, dan 11 Tamtama sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.
Momentum ini menjadi bagian penting dalam perjalanan karier prajurit TNI AD di wilayah Bojonegoro.
Selain itu, kenaikan pangkat juga mencerminkan capaian kinerja dan loyalitas dalam menjalankan tugas.
Upacara kenaikan pangkat digelar secara khidmat di lapangan Makodim 0813 Bojonegoro, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasdim 0813 Bojonegoro Mayor Inf Marwoko Suwandono.
Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan penuh disiplin dan rasa bangga.
Suasana upacara berlangsung tertib sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keprajuritan.
Dalam sambutan Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ST, yang dibacakan Irup, disampaikan ucapan selamat kepada seluruh prajurit.
Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan hasil dari dedikasi serta prestasi yang telah ditunjukkan.
Menurutnya, penghargaan ini tidak diberikan secara instan, melainkan melalui proses penilaian yang ketat.
“Kenaikan pangkat merupakan penghargaan dari pimpinan atas dedikasi dan prestasi dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa kenaikan pangkat juga memiliki dimensi moral dan tanggung jawab yang besar.
Setiap prajurit diharapkan mampu mempertanggungjawabkan kehormatan tersebut di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu, momen ini harus dijadikan sarana introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas pengabdian.
“Kenaikan pangkat harus dijadikan wahana untuk mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan pangkat menjadi bagian dari kesejahteraan prajurit TNI AD.
Namun, untuk meraihnya dibutuhkan usaha dan pemenuhan berbagai persyaratan yang telah ditetapkan.
Aspek administrasi, kemampuan fisik, serta kinerja menjadi faktor utama dalam penilaian.
“Semua harus diperjuangkan dengan memenuhi persyaratan yang berlaku,” tegasnya.
Tidak hanya itu, peran keluarga terutama istri juga mendapat perhatian dalam sambutan tersebut.
Dukungan dari keluarga dinilai sangat penting dalam menunjang tugas prajurit sehari-hari.
Hal ini menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi keberhasilan anggota dalam kariernya.
“Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan para istri sebagai pendamping,” ungkapnya.
Penilaian atasan terhadap sikap, perilaku, dan prestasi kerja juga menjadi pertimbangan utama.
Kenaikan pangkat diberikan kepada mereka yang benar-benar menunjukkan dedikasi tinggi.
Dengan demikian, penghargaan ini mencerminkan kerja keras yang konsisten selama bertugas.
Hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi prajurit lainnya untuk terus meningkatkan kinerja.
Dengan pangkat baru yang disandang, tanggung jawab yang diemban juga semakin besar.
Para prajurit diminta untuk terus meningkatkan profesionalisme dan loyalitas dalam bertugas.
Semangat pengabdian harus tetap dijaga demi kepentingan bangsa dan negara.
“Kami harap ini menjadi pemacu semangat dalam menghadapi tugas ke depan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Dandim menegaskan pentingnya disiplin sebagai nafas prajurit.
Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota mampu menjadi teladan, baik di lingkungan dinas maupun masyarakat.
Nilai-nilai kepemimpinan dan integritas harus terus ditanamkan dalam setiap tindakan.
“Disiplin harus benar-benar dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Sebagai penutup, Dandim kembali menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh prajurit yang naik pangkat.
Ia berharap kenaikan ini dapat menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan tugas di masa mendatang.
Selain itu, doa juga dipanjatkan agar seluruh prajurit selalu mendapat perlindungan dalam menjalankan tugas.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan kepada kita semua,” pungkasnya. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,