‎IGRA Bojonegoro Halal Bihalal, Perkuat Solidaritas 600 Guru RA Pendidik Anak Usia Dini

BOJONEGOROtimes.Id – Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan istihlah dan silaturahmi dalam balutan halal bihalal tahun 2026.

‎Acara ini diikuti sekitar 600 peserta dari unsur Kemenag Bojonegoro, pengawas madrasah, hingga kepala dan guru RA se-kabupaten.

‎Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antar pendidik setelah Ramadan.

‎Suasana penuh kehangatan tampak mewarnai jalannya acara kebersamaan tersebut.

‎Ketua PD IGRA Bojonegoro, Mamik Zumrodatin, menegaskan pentingnya peran organisasi dalam memperkuat silaturahmi antar guru.

‎Menurutnya, momentum halal bihalal dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan memperkuat tanggung jawab sebagai pendidik.

‎Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan saling mendukung.

‎“Melalui kegiatan halal bihalal ini, menjadi momentum untuk saling memaafkan setelah bulan suci Ramadan serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pendidik generasi bangsa,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan guru RA.

‎Dengan hubungan yang solid, para pendidik dapat bekerja lebih optimal dalam mendidik anak usia dini.

‎Kebersamaan ini juga menjadi sarana membangun suasana kerja yang kondusif dan penuh kekeluargaan.

‎“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh peserta,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Aan Syahbana, menyampaikan halal bihalal memiliki makna penting setiap tahunnya.

‎Ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam memperbaiki hubungan antar sesama.

‎Menurutnya, momen ini menjadi kesempatan untuk meluruskan hal-hal yang kurang berkenan.

‎“Halal bihalal ini menjadi kesempatan untuk meluruskan hal-hal yang mungkin kurang berkenan, sehingga harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas,” katanya.

‎Aan juga menyoroti peran strategis guru RA dalam membentuk masa depan generasi bangsa.

‎Pendidikan anak usia dini disebut sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

‎Ia berharap para guru semakin profesional, kreatif, dan mampu mencetak generasi berkarakter.

‎“Di sinilah letak kemuliaan seorang pendidik. Apa yang diajarkan akan menjadi amal jariyah,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *