LAMONGAN – Komandan Kodim (Dandim) 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, memimpin apel kesiapsiagaan personel yang digelar di lapangan apel Makodim 0812 Lamongan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengecekan langsung kesiapan prajurit sekaligus penguatan mental dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Apel tersebut juga menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana konsolidasi internal bagi seluruh jajaran Kodim.
Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh Kepala Staf Kodim, para Perwira Staf, seluruh Komandan Koramil (Danramil), serta prajurit di lingkungan Kodim 0812/Lamongan.
Kehadiran seluruh unsur ini menunjukkan soliditas dan kesiapan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah teritorial.
Dalam kegiatan tersebut, setiap personel mendapatkan arahan langsung dari pimpinan.
Hal ini bertujuan agar seluruh prajurit memahami tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan wilayah.
Dalam amanatnya, Dandim menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas semata.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata profesionalisme prajurit TNI dalam merespons dinamika situasi yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental, fisik, serta kemampuan personel di lapangan.
Dengan kesiapan tersebut, prajurit diharapkan mampu menghadapi berbagai potensi ancaman yang muncul.
“Sebagai garda terdepan, kita harus selalu dalam kondisi siap dan prima. Apel ini merupakan bentuk kesiapan kita dalam menghadapi setiap kemungkinan ancaman, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan wilayah Lamongan,” tegas Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga menyoroti beberapa aspek penting yang harus menjadi perhatian seluruh prajurit.
Salah satunya adalah kesiapan personel, di mana setiap prajurit harus memahami tugas pokok dan fungsi dalam berbagai kondisi, termasuk situasi darurat. Selain itu, kesiapan materiil juga menjadi perhatian melalui pengecekan perlengkapan pendukung operasi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan mobilisasi pasukan dapat berlangsung cepat dan efektif.
Selain kesiapan personel dan perlengkapan, ketajaman fungsi intelijen juga menjadi sorotan utama.
Dandim menginstruksikan para Babinsa agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di wilayah desa binaan masing-masing.
Peran Babinsa dinilai sangat strategis dalam mendeteksi dini potensi permasalahan yang dapat mengganggu keamanan.
Dengan pemantauan yang baik, setiap potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal.
Apel kesiapsiagaan ini juga menjadi langkah preventif dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan.
Dandim mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi ke depan semakin beragam, mulai dari persoalan sosial hingga potensi bencana alam.
Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang solid antara perwira dan prajurit di lapangan. Sinergi yang kuat diyakini mampu menjaga stabilitas wilayah secara optimal.
“Melalui apel kesiapsiagaan ini, kami memastikan seluruh jajaran Kodim 0812/Lamongan selalu siap kapan pun dibutuhkan untuk mengabdi kepada masyarakat serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Dandim. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,