LAMONGAN – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Lamongan memberi perhatian khusus terhadap perlintasan kereta api sebidang, terutama yang belum dilengkapi palang pintu.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Rupatama Tathya Dharaka Polres Lamongan, Selasa (3/3/2026).
Kasat Lantas Polres Lamongan AKP I Made Jata Wiranegara mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.
Koordinasi lintas instansi dinilai penting agar pengamanan berjalan maksimal.
“Kami ingin ada peningkatan kesiapsiagaan, terutama menjelang lonjakan mobilitas Lebaran,” ujar AKP Made Jata.
Ia menambahkan, rakor tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah konkret guna mencegah kecelakaan di perlintasan kereta api.
Terlebih Operasi Ketupat Semeru merupakan operasi kemanusiaan yang berfokus pada keselamatan masyarakat.
“Dari hasil rakor ini, kami berharap menghasilkan langkah konkret demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lamongan Dianto Heri Wibowo menyebut ada 50 perlintasan kereta api sebidang yang menjadi perhatian menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Puluhan titik tersebut tersebar di berbagai wilayah yang dilintasi jalur rel kereta.
Ia merinci, dari 50 titik tersebut terdapat 19 perlintasan dengan pos jaga dan palang pintu, 13 perlintasan hanya berpalang pintu, 9 palang swadaya masyarakat, 6 tanpa palang pintu, serta 3 perlintasan yang dikelola langsung oleh PT KAI.
“Secara keseluruhan Lamongan memiliki 81 perlintasan sebidang, dengan 33 dijaga Dishub, 29 tanpa palang dijaga relawan, dan 19 lainnya sudah ditutup,” jelas Dianto.
Dalam rapat tersebut, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Daop 8) juga menyampaikan rencana penambahan 11 perjalanan kereta selama masa angkutan Lebaran.
Sejumlah perjalanan tambahan itu melintas pada jam rawan antara pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.
Kondisi tersebut dinilai memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama di perlintasan yang belum memiliki penjagaan maksimal.
Karena itu, sinergi antarinstansi dinilai penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan.
Rakor ini juga dihadiri Dishub Lamongan, jajaran Kapolsek, perwira Satlantas, perwakilan PT KAI Daop 8, camat dan kepala desa di sepanjang jalur rel, serta Satpol PP Lamongan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat langkah pengamanan demi keselamatan masyarakat selama Lebaran. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,