‎Sinergi Pemkab dan BPS, Bojonegoro Genjot Indeks Satu Data Menuju Kategori Baik

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus melakukan pemutakhiran data guna memastikan kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran.

‎Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Forum Satu Data, Kamis (26/2/2026) di Partnership Room.

‎Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola data daerah.

‎Sekaligus mendukung percepatan implementasi Rencana Aksi Satu Data 2026–2029.

‎Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, menegaskan bahwa penyelenggaraan Satu Data bukan sekadar urusan teknis administratif.

‎Menurutnya, data merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik dan berkelanjutan.

‎Ia juga menekankan pentingnya peran pimpinan perangkat daerah dalam memastikan data dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

‎”Satu Data bukan hanya soal teknis, tetapi bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik dan berkesinambungan,” ujarnya.

‎Edi menambahkan, kehadiran Bappeda Provinsi Jawa Timur dalam forum tersebut menjadi penguatan sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.

‎Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan Satu Data merupakan kerja bersama lintas pemerintahan.

‎Dengan integrasi tersebut, diharapkan perencanaan pembangunan semakin terpadu dan selaras.

‎”Penyelenggaraan Satu Data di kabupaten adalah bagian dari keterpaduan perencanaan dengan pemerintah provinsi,” tambahnya.

‎Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro, Heri Widodo, menyoroti pentingnya integrasi data antar-OPD melalui portal Satu Data Indonesia dan SATA JATIM.

‎Ia menyebut komitmen bersama menjadi kunci utama keberhasilan tata kelola data.

‎Dengan sistem terintegrasi, kualitas pemerintahan diyakini semakin transparan dan efektif.

‎”Dengan portal Satu Data Bojonegoro, tata kelola pemerintahan akan semakin baik,” tandasnya.

‎Berdasarkan data Diskominfo, Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Bojonegoro menunjukkan tren meningkat.

‎Tahun 2023 IPS berada di angka 2,49 dan naik menjadi 2,58 pada 2024, keduanya dalam kategori Cukup. Target 2026 diproyeksikan mencapai 2,60 dengan kategori Menuju Baik.

‎Sementara Indeks Satu Data Kabupaten 2024 berada di angka 61,95 dan ditargetkan menembus di atas 70 pada 2026.

‎Kepala BPS Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, menjelaskan bahwa Satu Data bertujuan menghimpun data dalam satu sistem terpadu.

‎Prinsipnya meliputi standar data yang baku, metadata yang jelas, interoperabilitas, serta keseragaman satuan ukuran.

‎Dengan prinsip tersebut, data menjadi akurat, mutakhir, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan.

‎”BPS berperan sebagai pembina data dan terus berkolaborasi dengan Kominfo serta Bappeda untuk 2026,” jelasnya.

‎Perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Timur, Arimbi Dinar Dewita, menyampaikan bahwa data yang kuat sangat penting untuk monitoring dan evaluasi pembangunan.

‎Data menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan dan target pembangunan daerah.

‎Dengan dukungan Satu Data, keputusan yang diambil diharapkan lebih tepat dan terukur.

‎”Data menjadi fondasi dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan daerah,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro, Andik Sudjarwo, menekankan bahwa data berkualitas lahir dari koordinasi dan kolaborasi antar-OPD.

‎Data juga berfungsi sebagai alat evaluasi kebijakan dari tahun ke tahun.

‎Melalui komitmen bersama, target pembangunan di masa mendatang dapat dirumuskan lebih akurat.

‎”Data berkualitas adalah hasil koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” tegasnya.

‎Rakor tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen dan pemberian penghargaan penyelenggaraan Satu Data Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026.

‎Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat daerah, BPS, Bappeda, serta operator Satu Data di lingkungan Pemkab Bojonegoro.

‎Momentum ini menjadi penguat komitmen bersama menuju tata kelola data yang semakin profesional dan terintegrasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *