BOJONEGOROtimes.Id – Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) yang digagas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan terbukti memberi manfaat nyata bagi warga.
Program ini mendorong masyarakat mengembangkan usaha ternak ayam petelur skala rumah tangga.
Selain meningkatkan pendapatan, inisiatif tersebut juga memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Dampaknya mulai dirasakan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai desa.
Salah satunya Ambar (27), warga Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras. Ia menerima bantuan 54 ekor ayam petelur pada September 2025 dan mulai merasakan hasilnya sebulan kemudian.
Kini hampir seluruh ayamnya rutin bertelur setiap hari. Produksi telur rata-rata mencapai 52 hingga 54 butir per hari.
“Alhamdulillah, rata-rata setiap hari 52 sampai 54 butir telur, karena waktunya tidak sama, kadang ada yang telat,” ujar Ambar.
Telur hasil ternaknya dipasarkan melalui BUMDes setempat dengan produksi sekitar 2,5 kilogram per hari.
Dengan harga jual rata-rata Rp25 ribu per kilogram, Ambar memperoleh tambahan penghasilan sekitar Rp62.500 hingga Rp63 ribu setiap hari.
Program GAYATRI pun dinilai mampu membuka peluang usaha produktif berbasis desa.
Pemerintah berharap program ini terus berkembang dan memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,