Tenggelam di Bengawan Solo, Warga Blora Ditemukan Meninggal di Bendung Gerak Bojonegoro

BOJONEGOROtimes.Id – Seorang warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Bengawan Solo.

‎Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan Bendung Gerak Bojonegoro, Rabu Sore (21/1/2026).

‎Peristiwa ini menyita perhatian karena melibatkan operasi pencarian lintas wilayah.

‎Puluhan personel diterjunkan sejak laporan awal diterima.

‎Korban diketahui bernama Gami, perempuan kelahiran 31 Desember 1950.

Ia merupakan warga Dusun Ngandong RT 01 RW 04, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

‎Identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga dan pemerintah desa setempat.

Jenazah ditemukan setelah dilakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai.

‎Kejadian bermula saat Camat Kradenan menerima laporan adanya warga yang diduga tenggelam di Bengawan Solo wilayah Desa Nglebak.

Informasi tersebut langsung diteruskan kepada unsur SAR dan BPBD.

‎Operasi pencarian dan pertolongan (opsar) pun segera dilakukan secara terpadu. Penyisiran dilakukan melalui jalur air dan darat.

‎Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian korban sempat berpamitan kepada anaknya.

“Korban berpamitan hendak ke tepi sungai untuk buang air besar,” ujarnya.

‎Diduga korban terpeleset karena kondisi tebing sungai yang licin. Korban sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya terseret arus deras.

‎Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan tersebut.

‎“Kami mengerahkan tim dari Unit Siaga SAR Rembang untuk melakukan pencarian,” jelasnya.

‎Operasi SAR dibagi ke dalam beberapa tim dengan wilayah tugas berbeda. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses pencarian.

‎Tim pertama yang terdiri dari Basarnas dan SAR MTA melakukan penyisiran dari Desa Medalem hingga Desa Nglungger, Kecamatan Cepu.

‎Tim kedua dari TRC BPBD Blora menyisir aliran sungai hingga Bendung Gerak Bojonegoro.

‎Sementara tim ketiga BPBD Bojonegoro didukung PMI dan MDMC melakukan pendampingan pencarian.

‎Tim darat memantau sepanjang DAS Bengawan Solo wilayah Blora–Bojonegoro.

‎Setelah upaya pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasi penemuan berada di sekitar Bendung Gerak Bojonegoro.

‎Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Operasi SAR kemudian resmi dihentikan.

‎Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, membenarkan temuan tersebut.

“Opsar dilakukan secara sinergis lintas wilayah hingga korban berhasil ditemukan,” katanya.

‎Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Bojonegoro. Penanganan lanjutan dilakukan sesuai prosedur.

‎Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD Blora dan Bojonegoro, TNI, Tagana, PMI, MDMC, hingga relawan.

Pemerintah desa dan Muspika setempat turut mendukung proses pencarian.

‎BPBD Kabupaten Blora menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

‎Apresiasi juga disampaikan atas kerja keras seluruh tim gabungan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *