BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ketertiban dan ketenteraman masyarakat secara berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penandatanganan komitmen sinergitas antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bojonegoro.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (20/01/2026) sebagai wujud penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Satpol PP memegang peran vital sebagai ujung tombak penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup).
Menurutnya, keberadaan Satpol PP bukan semata soal penindakan, melainkan bagaimana menciptakan suasana aman, nyaman, dan tenteram di tengah masyarakat.
“Satpol PP adalah penjaga Perda dan Perbup. Tujuan akhirnya bukan hanya aturan ditegakkan, tetapi bagaimana masyarakat merasa terlindungi dan nyaman,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Setyo Wahono menekankan pentingnya komunikasi yang solid antara OPD dengan Satpol PP dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.
Ia mengingatkan bahwa ketertiban dan ketenteraman bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan menjadi kewajiban bersama seluruh perangkat daerah.
“Ini bukan milik satu OPD. Tanggung jawab kepada masyarakat adalah tugas kita bersama. Jika ada masalah, responlah dengan tenang namun pasti, dan segera lakukan perbaikan,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati juga mendorong agar Satpol PP dan OPD mampu berinovasi serta menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial dan kemajuan teknologi.
Ia menilai, pola pendekatan dalam menjaga ketertiban harus mengikuti dinamika zaman agar kebijakan pemerintah tetap relevan dan efektif di tengah masyarakat yang terus berubah.
Sementara itu, Plh Kepala Satpol PP Kabupaten Bojonegoro, Djoko Lukito, menyampaikan bahwa terciptanya kondisi ketertiban umum dan perlindungan masyarakat yang kondusif tidak bisa terlepas dari sinergi antar perangkat daerah.
Menurutnya, kompleksitas dinamika sosial saat ini menuntut koordinasi yang semakin kuat dan peran yang saling melengkapi.
“Sinergitas ini penting agar penegakan Perda, Perkada, serta upaya perlindungan masyarakat bisa berjalan optimal dan terarah,” jelas Djoko.
Djoko Lukito juga mengungkapkan capaian positif Kabupaten Bojonegoro dalam Indeks Penyelenggaraan Ketertiban dan Ketenteraman Umum yang dirilis Kementerian Dalam Negeri tahun 2025.
Bojonegoro berhasil meraih skor 88,12 dan menempati peringkat 6 se-Jawa Timur dengan kategori sangat baik.
Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berada di peringkat 27 dengan skor 81,32.
“Peningkatan ini menjadi motivasi kami untuk terus memperkuat kinerja dan sinergi lintas sektor,” ungkapnya.
Penandatanganan komitmen sinergitas tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi antara Satpol PP dan OPD.
Dengan kebersamaan dan koordinasi yang solid, Pemkab Bojonegoro optimistis mampu menjaga stabilitas, ketertiban, serta ketenteraman masyarakat secara berkesinambungan. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,