Sarasehan Geopark Bojonegoro, Pakar UNESCO Tekankan Tiga Pilar Utama

BOJONEGOROtimes.Id – Sarasehan Persiapan Geopark Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark (UGGp) yang digelar Senin (19/01/2026) menjadi ruang penguatan pemahaman geopark berstandar internasional.

‎Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada konsolidasi, tetapi juga pendalaman filosofi geopark dari para pakar global. Forum tersebut digelar oleh Pemkab Bojonegoro di Hotel Aston Bojonegoro.

‎Peserta berasal dari berbagai elemen masyarakat.

‎Kegiatan sarasehan diikuti mahasiswa, pelaku UMKM, pelajar, hingga komunitas lokal.

‎Keberagaman peserta mencerminkan pendekatan inklusif dalam pembangunan geopark.

‎Hal ini sejalan dengan prinsip geopark yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama. Keterlibatan publik dinilai penting sejak tahap perencanaan.

‎Vice President of UNESCO Global Geopark, Prof. Ibrahim Komoo, menjelaskan bahwa geopark harus dibangun di atas tiga pilar utama.

‎Pilar tersebut meliputi pelestarian warisan (heritage conservation), pembangunan masyarakat (community development), dan pengembangan ekonomi (economic development).

‎Ketiga aspek ini harus terintegrasi dan berkelanjutan. “Geopark bukan sekadar kawasan wisata geologi,” tegasnya.

‎Menurut Prof. Ibrahim, geopark merupakan sistem perlindungan warisan geologi bernilai internasional yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

‎Keberadaan geopark harus mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

‎Prinsip keberlanjutan menjadi fondasi utama dalam pengelolaannya. “Warisan geologi harus dijaga, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

‎Ia juga memaparkan perkembangan geopark di Asia Tenggara. Langkawi tercatat sebagai UNESCO Global Geopark pertama di Asia Pasifik pada 2007.

‎Selanjutnya dibentuk Asia Pacific Geoparks Network (APGN) pada 2008 sebagai wadah kerja sama. Hingga 2026, Asia Tenggara memiliki puluhan geopark aktif.

‎“Hingga tahun 2026, terdapat 12 geopark di Indonesia, 4 di Vietnam, 4 di Malaysia, 2 di Thailand, dan 1 di Filipina,” jelas Prof. Ibrahim.

‎Data tersebut menunjukkan peran strategis kawasan Asia Tenggara dalam jaringan geopark dunia.

‎Indonesia menjadi negara dengan jumlah geopark terbanyak di kawasan. Hal ini membuka peluang sekaligus tantangan bagi Bojonegoro.

‎Dalam persiapan menuju pengakuan UNESCO, Prof. Ibrahim menekankan pentingnya perencanaan matang sejak awal. Selain itu, jejaring dengan geopark berstatus UGGp perlu diperkuat.

‎Pemeliharaan warisan geologi harus menjadi prioritas utama. “Fondasi geopark adalah kualitas geological heritage,” katanya.

‎Ia juga mengungkap indikator evaluasi UNESCO dalam penilaian geopark. Indikator tersebut meliputi status geopark secara de facto, nilai warisan geologi, badan pengelola yang aktif, serta pendekatan bottom-up.

‎Dukungan masyarakat lokal menjadi faktor krusial. Aspek keberlanjutan ekonomi juga turut dinilai.

‎Sementara itu, Pakar Pendidikan Prof. Norzaini Azman menyoroti pentingnya peran pendidikan dalam geopark.

‎Pendidikan bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat.

‎Selain itu, pendidikan mendorong perubahan sikap terhadap pelestarian lingkungan. “Pendidikan adalah teras utama falsafah geopark,” ujarnya.

‎Prof. Norzaini menekankan perlunya media edukasi yang mudah dipahami masyarakat.

‎Media tersebut dapat berupa panel informasi di geosite, kunjungan pelajar, hingga brosur edukatif.

‎Informasi yang komunikatif dinilai efektif membangun pemahaman publik. Edukasi harus menyentuh semua lapisan masyarakat.

‎Ia juga menyoroti peran strategis perempuan dalam sistem geopark. Perempuan berperan sebagai pendidik keluarga dan penggerak komunitas.

‎Keterlibatan perempuan memperkuat kapasitas sosial masyarakat lokal. “Perempuan adalah penjaga nilai dan keberlanjutan,” tegasnya.

‎Melalui sarasehan ini, Geopark Bojonegoro diharapkan siap menghadapi proses penilaian UNESCO.

‎Tidak hanya secara administratif, tetapi juga filosofis dan partisipatif. Keterlibatan masyarakat menjadi fondasi utama geopark berkelas dunia.

‎Upaya ini diarahkan untuk keberlanjutan jangka panjang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *