BOJONEGOROtimes.Id – Warga Dusun Bayem, Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, kembali meluapkan kekecewaan terhadap pelayanan air bersih dari PAM desa setempat.
Di tengah intensitas hujan yang cukup tinggi, pasokan air justru kerap tidak mengalir ke rumah warga.
Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya terpenuhi.
Warga menyebut permasalahan tersebut sudah menjadi keluhan lama yang belum juga teratasi.
Gangguan distribusi air tersebut tidak terjadi sesekali, melainkan berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Aliran air sering kali muncul tanpa jadwal yang jelas, bahkan dalam beberapa hari mati total.
Situasi ini membuat warga kesulitan merencanakan kebutuhan air sehari-hari.
Terutama bagi keluarga yang sepenuhnya bergantung pada layanan PAM desa.
Salah satu warga, Siti, ibu rumah tangga di Dusun Bayem, mengaku sangat terdampak dengan kondisi tersebut.
Ia menyampaikan bahwa air sering tidak keluar saat paling dibutuhkan.
“Air itu sering mati, mau mandi atau masak jadi bingung. Sudah lapor tapi tidak ada kejelasan,” ujarnya, Senin (12/01/2026).
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan utama yang seharusnya menjadi prioritas pelayanan.
Keluhan warga sebenarnya telah disampaikan melalui RT dan RW setempat kepada pengelola PAM desa.
Namun hingga kini, masyarakat belum merasakan adanya perbaikan nyata di lapangan.
“Wayahe adus, banyu ora metu,” keluh Siti menggunakan bahasa Jawa.
Hal tersebut menambah kesan bahwa aspirasi warga kurang mendapat perhatian serius.
Warga berharap Pemerintah Desa Bayemgede segera turun tangan menyikapi persoalan ini.
Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengelola PAM Dusun Bayem.
“Kalau tidak mampu mengelola, sebaiknya diganti demi pelayanan yang lebih baik,” kata Kusnan, warga setempat.
Masyarakat menegaskan bahwa pelayanan yang maksimal akan membangun kepercayaan publik. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,