‎Ribuan Anak di Bojonegoro Tak Sekolah, Disdik Lakukan Gerak Cepat

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

‎Langkah dilakukan mulai dari pendataan, verifikasi langsung di lapangan, ‎hingga penyusunan strategi terpadu bersama berbagai pihak terkait.

‎Tujuannya agar seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh hak pendidikan secara layak dan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro.

‎Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Bojonegoro, Agus Anshori, menjelaskan data ATS bersumber dari sistem pendidikan dan kependudukan nasional.

‎“Data berasal dari Dapodik, EMIS, serta dukungan data Dukcapil,” ujarnya.

‎Ia menegaskan data tersebut bersifat dinamis karena selalu diperbarui secara berkala, sehingga perlu verifikasi ulang di tingkat lapangan.

‎Berdasarkan catatan awal tahun 2026, jumlah ATS di Bojonegoro tercatat sekitar 5.610 anak, namun angka ini dapat berubah.

‎Perubahan terjadi karena pembaruan data yang berlangsung secara real time dari berbagai sistem terintegrasi pemerintah.

‎Faktor penyebab ATS beragam, mulai dari ekonomi keluarga, putus sekolah, hingga pernikahan dini dan perpindahan domisili atau kebutuhan khusus anak.

‎Sebagai solusi, Disdik mendorong pendidikan nonformal Paket A, B, dan C melalui PKBM yang lebih fleksibel bagi berbagai kondisi anak.

‎Selain itu, sekolah inklusi juga diperkuat untuk melayani anak berkebutuhan khusus serta pencegahan putus sekolah di jenjang dasar dan menengah.

‎“Ini butuh gerakan bersama. Setiap anak ‎berhak mendapat pendidikan yang layak,” tegas Agus Anshori menutup pernyataannya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *